Ringkasan

Rekaman harga properti residensial swasta Singapura melandai pada Q2 2026 (estimasi kilat URA: indeks keseluruhan +0,5% kuartal ke kuartal). Hal itu tidak membatalkan tumpukan Additional Buyer’s Stamp Duty (ABSD) yang berlaku sejak 27 April 2023.

Menurut IRAS, tarif pada atau setelah tanggal tersebut masih mencakup: orang asing sebesar 60% untuk setiap pembelian properti residensial; warga negara Singapura sebesar 20% untuk properti residensial kedua dan 30% untuk pembelian ketiga atau berikutnya; penduduk tetap Singapura sebesar 5% / 30% / 35% untuk pertama / kedua / ketiga+; dan entitas (serta wali untuk living trust) sebesar 65%. Tinjauan langkah pendinginan PropertyNet.SG Mei 2026 juga menggambarkan tarif April 2023 tersebut sebagai tidak berubah hingga 2026.

Selalu konfirmasi tarif yang tepat di halaman ABSD IRAS untuk profil pembeli dan tanggal pembelian. Jangan menganggap blog sekunder sebagai pengganti IRAS. Jangan mengarang imbal hasil untuk “mengimbangi” bea meterai.

Apa artinya bagi Singapura

Bagi pembeli Asia-Pasifik yang membandingkan Singapura dengan pasar lain, ABSD sering kali menjadi variabel keputusan yang lebih besar daripada angka URA setengah poin. Pasangkan setiap komentar harga Singapura dengan aturan bea yang berlaku bagi pembeli tersebut. Rak publik yang kosong sampai para profesional dan listing menyelesaikan pemeriksaan adalah hal yang disengaja dalam sikap hanya-terverifikasi.

Apa yang harus dilakukan selanjutnya

  • Konfirmasi ABSD di IRAS untuk jenis pembeli tertentu sebelum memodelkan pembelian.
  • Baca pergerakan indeks URA sebagai konteks moderasi, bukan sinyal bahwa langkah pendinginan telah dicabut.
  • Pengembang dan Pro: bergabunglah dengan jalur terverifikasi di proprkey.com/en/onboarding

Hanya untuk edukasi — bukan nasihat pajak, hukum, atau investasi.

Sitasi